Tampilkan postingan dengan label Unik Aneh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Unik Aneh. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 Mei 2012

Nenek 101 Tahun ini Buat Rekor Paralayang Tertua




Mary Ellen Hardison, seorang nenek berusia 101 tahun asal Utah, Amerika Serikat, mencetak rekor Guinness World Record sebagai "peserta tandem paralayang tertua di dunia". Tak ada pengecualian dalam ketinggian dan lama terbang untuk mencatat rekor ini.

Ia menikmati terbang dengan paralayang di atas langit kota kelahirannya Ogden, Utah, untuk merayakan ulang tahunnya ke-101 tahun. Saat mendarat, ia disambut anak, cucu, dan cicitnya yang membentang spanduk ucapan selamat.

Hardison, yang terlihat masih bugar di usia lebih dari seabad ini menyatakan mengikuti terbang paralayang demi memenangkan kompetisi melawan anak lelakinya sendiri, yang kini berusia 75 tahun. "Saya tidak ingin anak saya untuk melakukan apapun yang saya tidak bisa lakukan, jadi saya memutuskan untuk pergi bersenang-senang seperti yang dia lakukan," katanya pada KSL-TV, setelah mendarat. Dia terbang bersama instrukturnya, Kevin Hintze.

Jika Anda menduga dia ketakutan selama berada di udara, Anda salah. Menurut Hintze, dia malah menyemangati sang instruktur untuk melakukan beragam manuver. "Dia ingin aku berbalik - melakukan apapun yang aku inginkan," ujar Hintze. "Dia sungguh hardcore."

Paralayang sangat jauh dari hobi utama Hardison, yaitu merajut. Setiap hari, ia mengurai benang menjadi selimut dan perlengkapan lain dan hasil rajutannya dibagikan kepada mereka yang membutuhkan. Bahkan, ia pernah merajut perban untuk seekor macan tutul yang terluka di India dan topi untuk bayi yang terlahir prematur.

Bagi Hardison, ini adalah kegiatan ektrem kedua setelah menaiki semua wahana di Disneyland pada usia 90 tahun. Ada-ada saja ulah nenek keren ini.

Ayam Ini Beranak Bebek! Aneh Bukan?



Induk ayam yang membesarkan anak-anak bebek
Mereka mungkin tidak terlihat seperti induk mereka atau bersuara seperti dia, tapi hal ini terlihat tak mengusik kebersamaan mereka.

Hilda, ayam yang salah mengeram di atas telur bebek, kini menjadi induk lima ekor anak bebek India. "Sejak mereka muncul dari cangkangnya satu per satu, dia sudah menunjukkan rasa sayangnya," kata Philip Palmer, petani pemilik hewan-hewan ini. Hilda, katanya, tidak tampak terganggu sama sekali ketika anak-anak itik itu mengiringinya kemanapun ia pergi.

Masalah, katanya, muncul ketika anak-anaknya mulai belajar berenang, ujar Palmer. Hilda, yang tentu saja tak bisa berenang, tampak cemas di tepi kolam.

Palmer, yang mengelola tanah pertanian di Poole, Dorset, Inggris, menceritakan Hilda sebagai induk yang penuh cinta. "Ia hampir tidak meninggalkan telur bebek itu sampai mereka menetas setelah 28 hari," katanya.

Bagi Palmer, Hilda memberi banyak "pelajaran". "Ini sangat mengejutkan, tetapi indah. Dia telah terbukti sangat mampu untuk menyatukan mereka," katanya. "Anak itik yang tidak menyadari bahwa ibu mereka adalah ayam betina dan Hilda juga sama sekali tidak menyadari bahwa anak-anaknya sebenarnya adalah bebek, bukan ayam."

Cari Ketenangan, Kakek Ini Tinggal Sendirian di Pulau



Pulau kecil yang jadi langganan hantaman badai dan tanpa mata air tawar bagaikan neraka bagi sebagian orang. Tapi tidak bagi seorang kakek, Masafumi Nagasaki, yang sudah tinggal 20 tahun di pulau terpencil, seorang diri.

Bagaikan seorang pertapa, dia pilih meninggalkan kehidupan perkotaannya pasca pensiun dan menetap di pulau Sotonabari. Dia mengaku mencari ketenangan dan pelarian dari seluruh kesibukannya saat bekerja sebagai fotografer di sebuah perusahaan hiburan.

Di pulau ini, lelaki 76 tahun ini bisa melakukan apapun yang ingin dia lakukan. Karena tinggal seorang diri, Nagasaki mengaku lebih suka telanjang bulat ketimbang berpakaian. Selain lebih praktis, laku ini juga membuatnya lebih dekat pada alam.

"Saya tidak mematuhi norma yang berlaku di masyarakat, tapi saya ikuti aturan alam. Kau tidak bisa melawan alam, jadi patuhi saja. Itu yang saya pelajari di sini, itulah mengapa saya bisa bertahan," kata Nagasaki, dikutip dari Reuters, Rabu 18 April 2012.

Pulau yang dipilihnya, Sotonabari, yang artinya "pulau luar terjauh" memiliki luas sekitar 1.000 meter. Pulau yang letaknya dekat dengan pulau Iriomote itu jarang disinggahi nelayan karena letaknya yang jauh. Selain itu, Sotonabari miskin sumber daya, seperti air dan makanan.
Pada tahun pertama kedatangannya, Nagasaki sempat meragukan keputusannya untuk tinggal di pulau itu. Saat badai topan, seluruh perbekalannya terbawa angin, termasuk botol tabir surya dan tenda tempatnya tidur.
Sejak itu, dia merelakan kulitnya terpapar matahari yang membuat kulitnya kini lebih hitam.

Awalnya, dia mengenakan pakaian karena malu ketika ada kapal nelayan yang melintas. Namun lama-kelamaan, pulau itu menelan rasa malunya.

"Berjalan telanjang memang tidak pantas dalam kehidupan bermasyarakat, tapi di pulau ini, inilah seragamnya. Jika kau berpakaian, malah itu yang tidak pantas di sini," kata Nagasaki.

Hanya Makan Kue Beras
Dia hanya berpakaian seminggu sekali saat mendatangi pemukiman, sekitar satu jam perjalanan dengan kapal boat. Di pemukiman ini, Nagasaki mengambil uang kiriman dari keluarganya sebesar 10.000 yen atau sekitar Rp1,1 juta. Uang digunakan untuk membeli makanan dan air mineral yang tidak terdapat di pulau.

Makanannya hanya kue beras yang direbusnya di dalam air. Air untuk mandi dan bercukur diperolehnya dari air hujan yang ditampung di panci masak.

Di pulau ini, hidupnya teratur. Setiap pagi, dia berjemur di pantai. Sisanya hanya makan, mencuci dan membersihkan kediamannya sebelum malam tiba. Dua dekade hidup telanjang, kulitnya sudah kebal dari gigitan serangga yang ganas. Dia mengaku itu bukanlah gaya hidup yang ideal dan sehat. Tapi dia mengaku senang.

"Menemukan tempat untuk mati adalah hal yang penting, dan saya memutuskan di sinilah tempat saya. Mati dikelilingi oleh alam, adakah yang lebih baik?" kata Nagasaki.

Wow, Pria ini Jual Jasa Bikin Anak



jual jasa bikin ana
Meski tidak menjadi pekerjaan sehari-hari, warga Belanda Ed Houben bisa dibilang seorang pembuat anak profesional. Dia berhubungan seksual secara cuma-cuma dengan puluhan perempuan yang kesulitan punya anak.

Dari hasil kerja sosialnya itu, sejauh ini Houben sudah punya 82 anak biologis yang tersebar di berbagai negara.

Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Selasa (17/4), Houben sampai saat ini belum menikah dan hidup dengan ibunya. Bila melihat tampangnya sekilas, orang tidak akan mengira dia berpengalaman meniduri banyak wanita.

Houben mengaku melakukan seks dengan tujuan sosial. Dia tidak melakoninya karena nafsu atau uang. Jasanya sepenuhnya gratis.

Sejak muda, pria berusia 42 ini kerap mendonasikan spermanya ke klinik kesahatan. Di usia 34, dia mendapat tawaran berhubungan badan dengan perempuan yang mengaku kesulitan punya anak. Upayanya berhasil, padahal itu pertama kalinya dia melakukan seks.

Dari mulut ke mulut, nama Houben makin terkenal di kalangan perempuan yang merana karena tak kunjung punya anak. Tingkat keberhasilannya bikin anak mencapai 80 persen.

Untuk jasanya, Houben tidak meminta bayaran. Perempuan yang menginginkan bantuannya cukup mengganti biaya akomodasi. Sikapnya ini membuat dia bertambah beken.

Pasalnya, minta bantuan Houben lebih murah daripada menggunakan jasa inseminasi buatan di klinik. Bila menggunakan layanan donor sperma biasa, biayanya bisa mencapai lima ribu pound sterling.

Meski gratis, bukan berarti Houben seenaknya berhubungan badan. Dia akan berkomunikasi dahulu dengan calon klien dan minta mereka menyerahkan catatan medis yang menyatakan bebas AIDS dan obat-obatan.

Supaya makin legal, dia meminta kliennya menandatangani surat kontrak. "Isinya kesepakatan untuk melepaskan saya dari tanggung jawab merawat anak itu," ujar Houben.

Sejauh ini, usahanya menghasilkan 45 bayi lelaki dan 35 perempuan. Dua anaknya lagi tidak diketahui jenis kelaminnya karena sang ibu tidak memberitahunya. Houben pun tidak bertanya kepada sang ibu sebagai bagian dari perjanjian. Keturunannya itu berada di kota besar Eropa, seperti Berlin, Roma, Paris. Paling jauh, dia berhasil melakukan 'misi sosial' ini di Selandia Baru. Uniknya, Houben yang punya pasangan kumpul kebo malah belum berhasil menghamili pacarnya itu.

Wow, Wanita ini Mengandung 9 Bayi



wanita mengandung 9
Seorang wanita asal Meksiko menghebohkan publik karena janin yang dikandungnya. Sebab tak hanya 2 atau 3 anak melainkan 9 jabang bayi sekaligus.

Berita mengejutkan ini disiarkan ke seluruh negeri oleh stasiun televisi Televisa, Kamis, 26 April. Wanita bernama Karla Vanessa Perez itu tengah hamil enam calon bayi perempuan dan tiga laki-laki. Ia diperkirakan bakal melahirkan 20 Mei mendatang.

Karla bisa hamil dengan jumlah sebanyak itu diduga karena sempat menjalani perawatan kesuburan. Saat ini, ia sedang menjalani perawatan di rumah sakit umum di Saltillo. Wanita yang tidak diketahui usianya ini mengaku belum menyiapkan nama untuk 9 calon anaknya itu.

"Masih terlalu dini untuk memberi nama pada bayi-bayi saya," kata Karla pada kantor berita milik negara, Notimex. "Yang paling penting, saya berharap semuanya berjalan lancar."

Jika semua berjalan lancar maka kelahiran kembar sembilan akan menjadi rekor baru yang pernah dicatat. Pada 13 Juni 1971 kisah serupa juga pernah terjadi namun tidak memecahkan rekor. Seorang perempuan asal Sydney, Geraldine Brodrick melahirkan sembilan bayi tapi tidak ada satu pun yang lahir selamat.

Wow, Nenek 78 Tahun ini Seorang Sniper Profesional


nenek 78 tahun sniper profesional
Usia boleh tua, tapi kalo urusan tembak menembak, nenek ini jagonya. Iya, sang nenek bernama Chandro Tomar yang sudah berusia 78 tahun masih memiliki pengelihatan yang tajam dan menjadi petembak profesional tertua didunia.

Chandro Tomar terlihat seperti nenek-nenek pada umumnya. Ia berumur 78 tahun, punya 6 anak dan sangat menyayangi 15 cucunya. Tetapi jangan salah! Rambut putih dan senyum ramahnya bisa membuatmu terjerumus.

Seperti dikutip dari Daily Mail, Nenek Tomar diyakini merupakan penembak jitu atau sniper profesional tertua di dunia. Nenek asal Baghpat, Uttar Pradesh, India itu telah memenangi 25 kontes menembak jitu nasional. Dan yang lebih mencengangkan, ia mulai memegang senapan untuk pertama kalinya 10 tahun silam atau ketika umurnya 68 tahun.

Artinya dalam kurun waktu satu dekade ia mampu menguasai teknik menembak jitu dengan fasih. Kalau Vasily Zaitsev masih hidup, mungkin bakal ada adu tembak di antara mereka.


Semuanya bermula ketika Nenek Tomar menemani cucu perempuannya ke sebuah klub menembak. Cucunya amat tertarik dengan dunia ini namun ia malu untuk pergi sendirian. “Ketika aku sedang menungguinya, aku memutuskan untuk mencoba,” ungkap nenek renta itu. “Pelatih melihatku dan terkesima dengan bidikanku.” Setelah itu ia pun berlatih secara teratur. Farooq Pathan mengatakan Nenek Tomar amat mahir sampai-sampai tak ada pria yang berlatih secara bersamaan karena takut dipermalukan. “Ia memiliki keahlian mumpuni, tangan yang kokoh, dan mata yang tajam,” ujarnya.


Talenta yang dimiliki Nenek Tomar tampaknya telah mendarah daging di dalam keluarganya. Seperti dikutip dari BBC, Seema, salah satu putrinya adalah wanita India pertama yang memenangi kejuaraan pistol dan senapan pada 2010. Sedangkan salah satu cucunya, Neetu Solanki, merupakan penembak jitu internasional yang mewakili India di kejuaraan yang berlangsung di negara-negara dunia seperti Hungaria dan Jerman. Kedua perempuan itu mengaku kisah Tomar telah menginspirasi mereka untuk semakin maju. “Ia begitu mengagumkan,” ungkap Seema. “Jika ia bisa melakukannya, maka kami pun pasti bisa. Ia memperlihatkan kepada kami bahwa segala sesuatu itu bisa terjadi. Ia telah sangat membantu meningkatkan kehidupan kami.” Neetu, cucu perempuannya, menambahkan bahwa di dalam masyarakat yang didominasi oleh lelaki seperti di India, neneknya memberi harapan kepada para generasi muda. “Para remaja putri mengatakan, ‘kalau nenek bisa, kenapa kita tidak?’ Aku katakan pada mereka: bekerja keraslah dan jagalah dagumu tetap ke atas dan kamu pasti akan bertualang ke banyak tempat,” kata Neetu.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More